MEMPERSIAPKAN ASPEK-ASPEK DASAR BELAJAR DI RUMAH UNTUK BALITA OLEH : EMMY SOEKRESNO

by Emmy Soekresno on Saturday, 07 November 2009 at 04:13

Selain kurikulum yang sesuai, pelaksanaan pembelajaran anak di rumah juga memerlukan persiapan beberapa hal mendasar yang akan sangat berperan dalam keberhasilan program “home schooling”. Aspek-aspek dasar ini sengaja lebih ditekankan pada kesiapan mental dan fisik anak yang bersekolah di rumah. Karena anak-anak ini akan terlihat berbeda, karena mereka tidak pergi ke sekolah seperti layaknya anak-anak lain. Jadi agar perbedaan ini tidak akan membuat masalah bagi anak yang bersekolah di rumah maka perlu dikerjakan beberapa langkah berikut ini :

1. Mengembangkan konsep diri (self concept)
Memahami konsep diri adalah kegiatan mengenai cara berpikir dan merasakan tentang dirinya. Anak lahir tanpa konsep diri, namun ia belajar tentang hal ini dari orang lain yang beraksi terhadapnya. Berilah anah kesempatan untuk mempelajari dan mencoba suatu hal baru ada dalam lingkungannya. Dengan kepercayaan itu anak akan menjadi akrab dengan masalah dan cara mengatasinya. Bantuan kita sebagai orangtua atau pendidik dalam menanamkan perasaan berharga dan perasaan sukses atau bisa kepada anak adalah hal penting dalam mengembangkan konsep diri anak. Berikut adalah beberapa kegiatan yang dapat dilakukan :
• Sering-seringlah memeluk anak penuh kelembutan dankasih sayang. Ajaklah anak bersenda gurau. Ungkapkan cinta anda dengan perbuatan. Buatkan masakan spesial, bantal spesial, atau sudut spesial bagi setiap anak di rumah.
• Lakukan interaksi dengan bahasa tubuh
– tersenyum pada anak
– panggil dia dengan menyebut namanya
– ciptakan panggilan spesial bagi setiap anak misalnya : si ganteng mana?, atau si mancung, si mata jeli dll.
– berikan sentuhan dan belaian
• beri kesempatan padanya untuk melakukan sesuatu dengan caranya, tampilannya atau ekspresinya sendiri.
– Biarkan ia makan sendiri walaupun sedikit berantakan
– biarkan ia mengambil memilih dan membawa sendiri baju mainan dan benda miliknya yang lain.
• ajarkan keterampilan yang diperlukan untuk mengasah kemandiriannya misalnya :
– ke wc untuk buang air kecil atau buang air besar
– mencuci tangannya sendiri
– memakai sepatu dan menyimpan pada tempatnya
• Berikan waktu bermain yang cukup banyak diluar atau di dalam ruangan, sendiri maupun didampingi orang lain atau dengan temannya. Namun tetap diawasi dari waktu ke waktu.
• Biarkan ia terlibat dalam kegiatan nyata di rumah seperti memasak, membersihkan sesuatu, berkebun, berbelanja, mencuci mobil, memberi makan hewan dll.
• Beri semangat dan dorongan agar ia mau mencoba sesuatu yang baru. Bantu dia jika ia butuh bantuan. Ingatkanlah diri anda bahwa dalam proses belajar ini anak cenderung berbuat kesalahan.
• Tunjukkan bahwa anda memberikan penghargaan atas segala usahanya, dengan sebelumnya memuji Sang Pencipta agar anak tidak ‘gila pujian’. Berikan pujian secara proporsional (tidak berlebihan).
– Berilah pujian saat ia sedang melakukan atau mencoba sesuatu yang baik. Misalnya : “Alhamdulillah ! terimakasih ya kamu mau mengambilkan baju adik.”
– Katakan apa yang mesti dilakukannya dan berilah pujian. Misalnya : “Pakai sepatunya kanan dulu ya mas, Subhanallah kamu bisa kan!”
• Bantulah ia mengatasi kegagalan dan rasa takut ketika melakukan sesuatu. Berikan mereka semangat untuk mencoba dan mencoba lagi. Siapkan anak menghadapi situasi baru. Untuk mengatasi rasa takutnya, gambarkan apa yang akan ditemuinya di tempat yang dituju, latihlah bagaimana ia harus bersikap di sana, dll. Dengan bersikap proaktif, maka kita dapat mengurangi resiko kegagalan anak dalam program yang sudah disiapkan.
• Pengaruhi anak dengan berbagai cara agar anak selalu memiliki perasaan baik dan bersikap positif.
– Sosialisasikan peraturan rumah yang sudah disepakati kepada anak-anak. Peraturan tidak boleh pandang bulu, jika dilanggar maka siapapun pelanggarnya akan diberi konsekwensi yang juga sudah disepakati. Namun jika dilaksanakan dengan baik akan ada ‘reward’ (hadiah) nya. Reward bisa berupa verbal atau non verbal, bisa benda atau kegiatan yang disenangi anak-anak. Peraturan mengurangi ketegangan antara anggota keluarga sehingga anggota keluarga akan cenderung punya perasaan yang baik. Contoh peraturan : Harus minta ijin jika memakai milik orang lain, mengucap salam kalau masuk atau keluar rumah, minta ijin jika akan keluar rumah, anggota keluarga saling menyayangi. Contoh konsekwensi : jika melanggar peraturan sebanyak 2 kali maka jatah nonton film kartun dikurangi. Contoh reward : 1 pekan tidak melanggar peraturan maka boleh ikut berenang sama ayah pada hari Ahad.
– Sikap yang baik sesuai etika sosial dan akhlaqul karimah dapat dibentuk dengan latihan-latihan setiap hari. Tentunya perlu waktu, kesabaran, konsistensi (terus menerus) dan kegigihan (tidak mudah menyerah). Misalnya :“Maaf Abdullah, makannya sambil duduk ya !” Setelah anak mengikuti permintaan kita ucapkan : “Terimakasih ya kamu makannya sambil duduk !”.
– Kenalkan perbedaan kepada anak sejak dini. “Berbeda itu indah” itu motonya. Berbeda itu bisa dalam segala hal : suku, agama dan ras, kemampuan maupun latar belakang. Contoh mengenalkan perbedaan : Anak bertanya : “Mama, kenapa sih sepatuku cuma satu pasang, temanku punya 4 pasang ? “ Jawaban yang disarankan : “ Adik kalau pakai satu pasang kan cukup. Jadi supaya tidak mubazir kalau yang ini sudah rusak atau sempit akan kita beli lagi yang baru ya !” dengan demikian ia memahami kenapa ia hanya punya 1 pasang sepatu. Komentari temannya yang punya 4 pasang sepatu dengan bijak : “Nah temanmu juga sebenarnya hanya butuh satu pasang sepatu, tapi bisa jadi dia baru dapat hadiah dari pamannya”.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s