I Want To Share This…

Today’s inspiration : you are responsible for your own happiness, don’t put the blame on others if youre not happy.. Others can not make u happy or sad. It’s your own perspective of life… Quotation : Emmy Soekresno

Inspirasi hari ini : Anda bertanggungjawab atas kebahagiaan anda sendiri, jangan salahkan orang lain jika anda tidak bahagia. Orang lain tidak dapat membuatmua bahagia atau sedih. Semuanya bergantung pada cara pandang anda terhadap hidup sendiri…

5 Tenants of Quantum learning Sebuah pemahaman pribadi yang diilhami oleh Seminar Quantum Learning Bobbi de Porter

by Emmy Soekresno on Thursday, 17 December 2009 at 10:24

Mari kita periksa ruang kelas di sekolah atau ruang belajar anak di rumah
Saat masuk apa yang pertama kali kita lihat ?
Coba tuliskan semua benda lengkap dengan ukuran, warna, bentuk dan banyaknya.
Misalnya :
1. Kursi kecil warna merah ada 3
2. Meja bulat pendek warna kayu ada 1
3. dst…hiasan dinding, tempelan poster dll…
Lalu gunakan data di atas untuk melihat.
Everything speaks kata Bobbi De Porter penemu konsep Quantum Learning, meminta kita untuk melihat sekeliling ruang belajar anak kita, atau ruang kelas di sekolah kita, apakah ada hiasan, tempelan, gantungan, tulisan atau warna yang sudah kadaluwarsa (bahkan ada tempelan yang berupa warisan dari generasi terdahulu hah ?) Kalau mau nempel harus memikirkan keguanaan dari yang ditempel. Karena hiasan itu hanya akan merusak konsentrasi anak2 yang pada saat usia TK sangat sensitif terhadap godaan visual
Saya sudah upload di wall saya kemarin, beberapa foto kelas dimana semuanya dapat bicara dan bermanfaat.

Everything is on purpose, jadi semua kegiatan harus ada tujuannya. Kadang seorang ibu mengajak anaknya pergi berenang, kalau ditanya apa tujuannya… having fun ajah ! Sebaiknya begini, kita berenang karena ini adalah perintah Rasulullah, untuk mengajari anak naik kuda, berenang dan memanah. Berenang dapat melatih keberanian, keseimbangan otak kanan dan kiri, dan kebugaran serta stamina anak. Sampaikan hal ini pada anak, maka mereka dapat ikut bersemangat dalam mencapai tujuan, selain mereka juga mendapatkan ”Joyful moments” ( saat2 yang menggembirakan).

Experience before Label, adalah sebuah kegiatan untuk Hands-on (tangan menyentuh) pada benda2 yang dipelajari lalu barulah minds-on (otak bergerak mencari makna). Lalu otak akan menghubungkan info baru dengan info yang sudah ada, dan menimbulkan beragam perasaan yang akan membantu otak memasukkan suatu konsep dalam Memori jangka panjang (LTM). Jadi pemahaman tentang misalnya : materi perubahan bentuk benda dapat dimulai dengan minum sirop dengan es batu. Loh kok es nya menghilang? Atau funcooking membuat permen coklat (coklat keras dilelehkan lalu dicetak dan dibiarkan keras lagi).. wuih agak mahal tapi dijamin sukses… karena ini belajar sesuai kerja otak.
Ini pulalah yang diminta Allah pada kita untuk mempelajari sifat2 Allah dari … hasil ciptaannya. Karena kalau kita mulai dari nama Allah misal kita bilang Allah itu maha besar nak… trus si anak tanya deh … sama bu Emmy lebih besar mana bu ? Gubbrrakkk!!!

Acknowledge any effort, artinya kita sebagai pendidik dengan ikhlas memberikan satu dukungan kepada anak secara spesifik tentang apa yang sudah dia usahakan, bukan tentang apa yang sudah sukses dia kerjakan. Jadi yang anak usahakan belum tentu sukses, tapi tetap kita hargai usahanya. Misalnya seorang anak berusaha membawa piring bekas makannya ke dapur, tapi piringnya jatuh dan pecah. Kita akan katakan secara spesifik.. Innalillahi w.. piringnya pecah. Alhamdulillah kaki kamu tidak kena. Mari kita bersihkan yuk. Subhanallah adik sudah mau membawa piring bekas makan ke dapur dan sudah belajar bagaimana membersihkan piring yang pecah dengan benar. … Berarti adik juga sudah tahu sekarang bahwa piring dari beling itu bisa pecah kalau jatuh. Jadi kalau Maria Montessori bilang, bahkan saat ada kerugianpun kita mendapat keuntungan ya, kan ?

Dan yang terakhir adalah If it’s worth learning, it’s worth celebrating… (yah bahasa inggrisnya gitu deh). Ini sebenarnya dapat diterangkan dengan teori Brain Based Learing bahwa otak punya masa on (learning) dan punya masa off.(celebrating) Dua masa itu sangat bermanfaat. Masa on adalah masa menyerap informasi, dan masa off adalah masa otak memilah info tadi ke kotaknya masing2 (klasifikasi). Jadi habis diskusi satu materi (learning), berhenti sebentar/jeda untuk memberi otak waktu untuk klasifikasi. Kasih anak tebakan, kasih lagu action, minta anak untuk senam otak sebentar (celebrating), terus kita mulai lagi learning, kegiatan tepuk2 atau rehat makan 15 menit (celebrating), Begitulah belajar itu, tidak ada yang terus menerus belajar. Kalau belajr gak ada on and off mode ya, maka dijamin pembelajran tidak maksimal. Biasanya akan diakhiri dengn anak2 pada bete.
Ingat pepatah kita Bersakit-sakit dahulu bersenang2 kemudian. Atau pepatah orang amrik ”All work and no play makes Jack a dull boy”

Konsep Quantum Learning akan menjadi lengkap jika anda juga memahami 12 Konsep belajar sesuai kerja otak (Brain Based Learning dari Eric Jensen. Monggo ini dia 12 konsepnya :
1. Keunikan – tiap otak sesungguhnya benar-benar unik tidak ada yang sama. Acknowledge every effort.
2. Kekuatan ancaman atau rasa tertekan dapat mengurangi kemampuan belajar bahkan dapat membunuh sel otak. If it’s worth learning, it’s worth celebrating,
3. Emosi adalah hal penting dalam belajar. Emosi yang mengendalikan perhatian, kesehatan, pembelajaran, mencari arti dan ingatan. Everything is on purpose
4. Belajar adalah gabungan dari kegiatan berpikir dan bergerak. Makanan, urutan yang direncanakan, multivitamin memiliki efek kuat dalam melancarkan pembelajaran. Everything is on purpose.
5. Otak adalah sistem yang rumit namun mudah beradaptasi – perubahan yang efektif akan melibatkan seluruh system yang rumit. Acknowledge every effort
7. Adanya keteraturan pola dan program akan mengarahkan pemahaman kita – kecerdasan adalah kemampuan untuk menemukan dan membangun keteraturan yang bermanfaat. Everything is on purpose.
8. Otak selalu mencari arti, karena arti bagi otak, lebih penting dari informasi yang diterima. Jadi kalau belajar tidak memiliki arti maka info nya akan dibuang begitu saja oleh otak.. Everything speaks..
9. Pembelajaran biasanya lengkap, kaya dan tanpa disadari – otak memproses sebagian dan semua secara bersamaan dan proses itu sangat dipengaruhi oleh factor lingkungan (peripheral influences). Everything speaks termasuk senyum guru, baju yang digunakan oleh guru, warna tembok, suara2 yang terdengar..dll
10. Otak butuh otak lain untuk berkembang – kecerdasan dihargai sesuai konteks yang berlaku dalam lingkungan tempat kita tinggal. Experience before label, pendidik sudah menyiapkan aneka pengalaman untuk dieksplorasi oleh anak, kemudian pendidik menyediakan waktu untuk berdiskusi tentang pengalaman tadi. Lalu semua pengalaman itu akan diberi label (nama/pengenal), supaya otak dapat menyimpannya dalam LTM.
11. Otak berkembang melalui berbagai tingkat kesiapan. Acknowledge every effort. Anak perlu dihargai oleh lingkungannya. Inilah yang akan menjadi penyemangat anak untuk berkembang tahap demi tahap
12. Pengayaan – otak dapat menumbuhkan koneksi baru pada usia berapapun. Pengalaman yang rumit dan menantang disertai masukan positif adalah yang terbaik. Kemampuan kognitif berkembang lebih baik dengan musik dan keterampilan motorik. If it’s worth learning, it’s worth celebrating.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s