Tips Mengisi Liburan Anak Agar Bermanfaat

by Emmy Soekresno on Sunday, 29 August 2010 at 08:11

Pada umumnya, masa liburan sekolah merupakan masa yang sangat menyenangkan bagi anak-anak. Karena dengan adanya liburan sekolah, anak bisa mengerjakan kegiatan-kegiatan yang menyenangkannya dan terbebas dari tugas-tugas sekolah yang rutin mereka lakukan. Terlepas dari berat ringannya tuntutan tugas sekolah yang harus mereka kerjakan sehari-hari, pada dasarnya setiap manusia, tak terkecuali anak, membutuhkan liburan. Liburan diperlukan karena tubuh dan pikiran manusia perlu penyegaran dan pembaharuan kembali setelah sekian lama menjalani kegiatan-kegiatan rutinnya sehari-hari. Adanya aktivitas liburan yang efektif akan membuat seseorang terhindar dari kejenuhan dan penurunan semangat pada saat melakukan tuntutan tugas rutinnya kembali.

Oleh karena itulah, adanya momen liburan sekolah anak menjadi sangat penting. Namun bagi sebagian orangtua, adanya liburan sekolah anak, kadang-kadang justru menimbulkan masalah atau kesulitan bagi mereka. Kesulitan dalam mencari aktivitas liburan yang bermanfaat bagi anak, kesulitan menyesuaikan waktu cuti orangtua dengan waktu libur anak serta adanya keterbatasan dana orangtua untuk membiayai aktivitas liburan anak, merupakan beberapa contoh kesulitan yang bisa dialami orangtua dalam menghadapi liburan sekolah anak.

Untuk mengatasi kesulitan mencari aktivitas liburan yang bermanfaat bagi anak, diperlukan wawasan pengetahuan orangtua dan anak dalam mengisi liburan sekolah agar momen liburan yang ada, dapat dipergunakan secara efektif. Kurangnya wawasan pengetahuan mengenai berbagai alternatif kegiatan liburan yang bermanfaat, dapat membuat anak kehilangan fungsi utama dari adanya liburan dan bukan tidak mungkin bahkan dengan adanya liburan, justru menimbulkan rasa jenuh dan menurunkan kesegaran tubuh anak. Misalnya membuat anak menjadi terbiasa bermalas-malasan, menonton televisi sepanjang hari, dsb.

Berikut ini ada Beberapa contoh kegiatan yang bermanfaat untuk mengisi liburan sekolah anak, yang diharapkan dapat memberikan wawasan pengetahuan orangtua dan anak dalam menentukan alternatif kegiatan liburan.

  1. Kegiatan yang dapat menunjang kreativitas dan imajinasi anak. Misalnya membuat berbagai bentuk lilin atau tanah liat, melukis, menggambar komik, mengarang puisi, dsb.
  2. Kegiatan yang menunjang perkembangan fisik dan ketrampilan anak, seperti berenang, menari, senam, menjahit, jalan pagi, bermain badminton, dsb.
  3. Kegiatan yang melatih kemampuan bersosialisasi anak. Misalnya dengan mengajak anak bersilaturahmi atau berkunjung ke rumah sanak saudara, menginap di rumah nenek, bermain dengan anak tetangga, dsb.
  4. Kegiatan yang dapat menunjang kecerdasan emosi anak. Misalnya mengajak anak ke panti asuhan, melihat daerah pemukiman penduduk miskin, panti jompo atau mengunjungi korban bencana alam sehingga tumbuh rasa empati anak terhadap orang lain.
  5. Kegiatan yang menambah wawasan pengetahuan anak. Misalnya mengajak anak ke museum, candi, toko buku, berkunjung ke pedesaan, berbelanja ke pasar tradisional, dsb.
  6. Kegiatan yang menunjang kecerdasan spiritual anak. Misalnya dengan mengunjungi tempat-tempat wisata alam, seperti pegunungan, kebun raya, laut, danau, ikut pesantren kilat atau tadabur alam, dimana anak bisa mengagumi kebesaran Tuhan dan menambah rasa syukur.
  7. Kegiatan yang dapat menunjang daya nalar anak, seperti berkunjung ke kebun binatang, bereksperimen dalam kelompok sains, dsb.
  8. Kegiatan yang menunjang pengembangan pribadi,seperti memupuk rasa tanggung jawab dan kemandirian anak. Misalnya dengan mengikutkan anak dalam acara-acara outbound, kemping bersama teman-teman sekolah, dsb.

Dari berbagai contoh kegiatan tersebut, anak bisa memilih alternatif kegiatan di atas atau mencari alternatif kegiatan lain untuk dilakukan selama liburan. Agar alternatif kegiatan yang dipilih menjadi efektif dalam mengisi liburan anak, berikut ini ada tips yang bisa dijadikan pedoman:

  1. Kegiatan liburan hendaknya merupakan sesuatu yang menyenangkan bagi anak atau sesuatu yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya sehingga anak dapat melakukannya dengan suka hati/tidak ada keterpaksaan.
  2. Kegiatan liburan yang dipilih harus dapat bermanfaat bagi perkembangan fisik dan mental anak.
  3. Bila momen liburan ini melibatkan seluruh anggota keluarga, maka pemilihan alternatif kegiatan liburan hendaknya didasarkan pada musyawarah untuk mufakat. Misalnya orangtua bersama anak-anak bisa mendiskusikan tempat rekreasi yang akan dikunjungi. Dalam kesempatan ini, orangtua sekaligus bisa melatih kemampuan anak dalam membuat pertimbangan–pertimbangan logis, mengekspresikan keinginan atau ide, bertoleransi, memutuskan pilihan, merencanakan jadwal acara liburan, dan sebagainya.
  4. Bila orangtua tidak mampu menyediakan dana yang cukup untuk liburan anak, maka sebaiknya orangtua dapat mencari alternatif kegiatan liburan anak yang tidak memerlukan biaya besar namun anak tetap dapat memperoleh manfaat dari kegiatan liburannya, seperti mengajak anak menginap ke rumah nenek/saudara sepupu anak, membuat kerajinan tangan dari barang bekas, lari pagi, main sepeda, mencoba resep masakan sederhana, membebaskan anak melakukan eksperimen sains sederhana dengan teman-temannya, atau mengajak anak membuat suatu karya yang hasilnya bisa dijual, dsb.
  5. Bila orangtua tidak memiliki waktu yang cukup untuk bersama anak menikmati liburan akibat dari kesibukan kerjanya sehari-hari, maka sebaiknya orangtua tetap mencoba meluangkan waktu untuk menjalin kedekatan dengan anak, walaupun tidak sepanjang hari libur anak. Tunjukkan pada anak bahwa orangtua tetap memperhatikan anak, dengan terus mengusahakan terciptanya suasana liburan yang menyenangkan dan bermanfaat bagi anak.
  6. Bila orangtua tidak memiliki waktu yang cukup untuk menemani anak berlibur, tapi mereka memiliki dana yang cukup untuk memfasilitasi liburan anak, maka orangtua bisa mengikutkan anak pada berbagai kegiatan liburan yang diselenggarakan oleh organisasi profesional yang bergerak di bidang paket-paket liburan sekolah, misalnya outbound, kelas memasak, kelompok eksperimen sains, dsb. Hal ini bermanfaat bagi anak dalam mengasah minat, ketrampilan dan kemandiriannya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.